Cara Mengukur pH Air dengan Alat dan Metode Sederhana

Bacaan 5 menit
cara mengukur ph air

Mengetahui cara mengukur pH air minum penting untuk memastikan kualitas dan keamanan air yang Anda konsumsi. Dengan memahami tingkat keasaman atau kebasaan air, Anda bisa memilih air mineral murni yang benar-benar sehat.

Ada berbagai metode praktis yang bisa dipilih untuk mengetahui tingkat pH air. Mulai dari penggunaan kertas lakmus, pH meter, hingga cara alami dengan kunyit dan bunga mawar. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini untuk menelusuri lebih lanjut.

Cara Mengukur pH Air

Sebelum mulai, penting untuk memahami bahwa setiap metode memiliki kelebihan dan tingkat akurasi berbeda. Pada bagian ini, Anda akan menemukan langkah-langkah praktis tentang cara mengukur pH air dengan mudah. Anda bisa memilih metode yang paling sesuai kebutuhan.

1. Menggunakan Kertas Lakmus

Kertas lakmus adalah salah satu alat paling sederhana untuk mengukur pH air. Cara penggunaannya cukup mudah, yakni dengan mencelupkan kertas ke dalam sampel air. Hasilnya ditunjukkan melalui perubahan warna kertas sesuai tingkat keasaman atau kebasaan.

Meskipun praktis, kertas lakmus hanya memberikan hasil perkiraan, bukan angka pH yang presisi. Biasanya, kertas lakmus hanya menunjukkan apakah air bersifat asam atau basa, tanpa detail angka. Alat ini lebih cocok untuk keperluan sederhana dibanding kebutuhan penelitian.

2. Menggunakan Kertas Indikator pH

Berbeda dengan kertas lakmus, kertas indikator pH memiliki tingkat akurasi yang lebih baik. Warna yang muncul bisa dibandingkan dengan tabel skala pH yang disertakan. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui nilai pH dalam rentang 1-14 secara lebih jelas.

Metode ini banyak digunakan untuk mengecek pH air minum, akuarium, atau hidroponik. Selain praktis, kertas indikator pH juga terjangkau dan mudah ditemukan di pasaran. Namun, tetap saja hasilnya bersifat estimasi visual sehingga potensi perbedaan interpretasi warna tetap ada.

Baca juga: Ketahui Standar pH Air Minum dan Ragam Manfaatnya 

3. Menggunakan Cairan Indikator pH

Cairan indikator pH biasanya diteteskan ke dalam sampel air. Warna yang muncul akan dibandingkan dengan skala warna pH standar. Metode ini memberikan hasil yang cukup detail dengan biaya yang relatif murah.

Umumnya, cairan indikator banyak dipakai dalam uji laboratorium sederhana atau percobaan sekolah. Meskipun akurat, metode ini membutuhkan ketelitian dalam membandingkan warna. Perbedaan cahaya dan penglihatan bisa memengaruhi hasil akhir.

4. Menggunakan pH Meter Digital

pH meter digital adalah alat pengukur pH air yang cepat dan akurat. Cara penggunaannya cukup dengan mencelupkan elektroda pH meter ke dalam sampel air, lalu angka pH langsung ditampilkan pada layar. Hasilnya lebih presisi dibandingkan metode berbasis kertas.

Akurasi pH meter digital biasanya mencapai dua angka di belakang koma. Alat ini banyak digunakan di laboratorium, industri makanan, hingga penelitian lingkungan. Meski harganya lebih mahal, hasilnya lebih tepercaya dibandingkan indikator pH yang sederhana.

5. Menggunakan pH Meter On-Site

pH meter on site adalah alat portabel yang dirancang untuk mengukur pH air langsung di lokasi. Alat ini biasanya dilengkapi elektroda sensitif yang dicelupkan ke dalam sampel air. Hasil pengukuran ditampilkan secara digital sehingga lebih mudah dibaca dan cepat diketahui.

Metode ini sangat berguna untuk pemantauan kualitas air di lapangan, seperti kolam renang, akuarium, sungai, atau sumber air minum. Cara ini tergolong praktis, efisien, dan mampu memberikan hasil real time tanpa harus membawa sampel ke laboratorium. 

6. Menggunakan Sensor pH pada Alat Hidroponik

Dalam dunia pertanian modern, sensor pH sering dipasang pada sistem hidroponik. Sensor ini bekerja otomatis dan terus-menerus membaca nilai pH larutan nutrisi. Dengan begitu, petani bisa langsung menyesuaikan kadar nutrisi agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Keunggulan metode ini adalah kemudahan pemantauan pH secara real time. Namun, sensor pH perlu perawatan rutin dan kalibrasi agar tetap presisi. Di samping itu, harga perangkat ini juga terbilang lebih mahal dibanding metode uji pH air lainnya.

7. Menggunakan Kunyit dan Bunga Mawar

Tahukah Anda bahwa kunyit bisa dimanfaatkan sebagai indikator alami untuk mengukur pH air? Kunyit memiliki senyawa kurkumin yang sensitif terhadap perubahan tingkat keasaman. Kunyit dapat dipadukan dengan membran selulosa, lalu dijadikan test strip sederhana untuk uji pH.

Selain kunyit, bunga mawar juga bisa digunakan dengan prinsip yang hampir sama. Pigmen antosianin dalam kelopak mawar dapat berubah warna sesuai kondisi pH air. Metode ini pernah dikembangkan oleh mahasiswa dan peneliti Farmasi Universitas Jenderal Soedirman.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Air Minum pH Tinggi bagi Kesehatan Tubuh?

8. Menggunakan Indera Perasa

Beberapa orang mencoba menilai pH air dengan indra perasa. Cara ini memang bisa memberi gambaran kasar apakah air terasa asam, netral, atau agak pahit. Misalnya, air dengan pH rendah cenderung terasa agak masam, sedangkan air basa terasa pahit.

Namun, penggunaan indra perasa untuk mengukur pH sangat tidak akurat dan berisiko bagi kesehatan. Air dengan pH terlalu rendah atau tinggi bisa berbahaya jika diminum, meskipun rasanya tidak terlalu berbeda. Oleh karena itu, metode ini tidak disarankan untuk dicoba.

Demikian informasi terkait beberapa cara mengukur pH air yang perlu Anda ketahui. Mengetahui cara mengukur pH air bisa membantu Anda lebih cermat dalam memilih air minum. 

Pilihlah air mineral murni yang berasal langsung dari pegunungan, bukan hasil tambahan mineral selama proses produksi. Biasanya, air seperti ini memiliki pH alami yang stabil dan lebih menyehatkan bagi tubuh. Umumnya, pH air mineral yang baik berkisar antara 6,5 hingga 8,5.

Selain itu, pastikan air yang Anda konsumsi terjaga kebersihan dan kualitasnya. Air yang bersih akan memiliki pH yang sesuai standar dan bebas dari kontaminan berbahaya. 

Jangan lupa, tubuh tetap membutuhkan asupan cairan yang cukup setiap harinya. Biasakan minum sekitar dua liter air per hari untuk menjaga hidrasi optimal. Dengan begitu, Anda bisa merasakan manfaatnya bagi kesehatan.

Baca juga: 6 Kandungan Air Mineral Beserta Manfaatnya untuk Tubuh

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mungkin Anda Juga Suka

Artikel Terkait

Search