Cara membuat oralit merupakan pengetahuan kesehatan dasar yang penting diketahui. Pasalnya, oralit adalah larutan sederhana yang berfungsi membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh saat muncul efek dehidrasi.
Artikel ini akan menyajikan pembahasan umum mengenai oralit, mulai dari pengertian, proses pembuatan, bahan yang digunakan, hingga aturan konsumsinya sehingga dapat menjadi referensi dasar untuk memahami penggunaan oralit dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Singkat Oralit
Artikel dalam Mosby menjelaskan bahwa Oralit atau Oral Rehydration Solution (ORS) adalah larutan yang digunakan untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat dehidrasi.
Larutan ini bekerja berdasarkan prinsip bahwa kombinasi glukosa dan natrium membantu penyerapan air di usus, sehingga cairan yang hilang dapat cepat digantikan oleh tubuh.
Menurut penelitian tersebut, penggunaan oralit yang tepat telah terbukti mengurangi kebutuhan terapi intravena dan menurunkan angka kematian akibat diare hingga lebih dari 90 persen di beberapa konteks penggunaan oralit secara luas.
Oralit telah diakui oleh WHO dan berbagai lembaga kesehatan global sebagai intervensi yang efektif dalam menurunkan angka kematian akibat diare, khususnya pada anak-anak di negara berkembang.
Komposisi Ilmiah Oralit
Bahan membuat oralit yang ideal tidak hanya berupa air dan gula saja. Larutan oralit yang efektif memiliki komposisi elektrolit dan glukosa yang sesuai dengan rekomendasi WHO agar penyerapan air dan elektrolit di usus berjalan optimal.
Menurut artikel dalam Pediatrics, Epidemiology & Environmental Health, oralit standar berosmolaritas rendah yang direkomendasikan memiliki komposisi sebagai berikut:
- Natrium (Na⁺): 75–90 mEq/L
- Kalium (K⁺): 20 mEq/L
- Klorida (Cl⁻): 65–80 mEq/L
- Sitrat: sekitar 10 mEq/L
- Glukosa: 75–111 mmol/L
- Total Osmolaritas: 245–311 mOsm/L
Menurut artikel dalam Scientific Reports, Glukosa berperan penting karena meningkatkan penyerapan natrium. Dengan natrium yang diserap dalam tubuh, air ikut terserap lebih efisien.
Itu sebabnya oralit dengan komposisi glukosa dan elektrolit terukur mampu menggantikan cairan tubuh lebih cepat dibandingkan air putih biasa.
Baca juga: Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak Secara Alami dan Efektif
Cara Membuat Oralit di Rumah
Persediaan sachet oralit siap pakai dari apotek adalah pilihan terbaik karena komposisinya sudah dirancang sesuai standar WHO. Namun, dalam kondisi darurat atau saat sachet oralit tidak tersedia, oralit bisa dibuat di rumah dengan bahan sederhana asat takarannya benar. Berikut penjelasan singkatnya:
Bahan Membuat Oralit
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat oralit sangat sederhana dan umumnya tersedia di rumah. Berikut daftarnya:
- Air matang bersih: 1 liter
- Gula pasir: 6 sendok teh (sekitar 2 sendok makan)
- Garam dapur: 1/2 sendok teh
Pastikan semua peralatan bersih, termasuk gelas, sendok, dan wadah yang digunakan untuk membuat larutan oralit.
Langkah Membuat Oralit
Berikut adalah langkah-langkah cara membuat oralit di rumah secara benar:
- Rebus air bersih hingga mendidih lalu dinginkan hingga hangat atau suhu ruang.
- Masukkan 6 sendok teh gula ke dalam 1 liter air matang.
- Tambahkan 1/2 sendok teh garam ke dalam larutan.
- Aduk hingga gula dan garam larut sepenuhnya.
- Larutan oralit sudah siap untuk diminum.
Larutan oralit yang dibuat sebaiknya dikonsumsi segera dan tidak disimpan terlalu lama untuk menghindari kontaminasi.
Bila harus disimpan, gunakan wadah bersih dan simpan di tempat sejuk, namun tetap disarankan untuk membuat oralit baru jika akan dikonsumsi setelah lebih dari 24 jam.
Perlu dicatat bahwa oralit buatan sendiri tidak mengandung komponen seperti kalium atau citrate seperti yang terdapat dalam formulasi oralit buatan pabrik, tetapi tetap cukup efektif untuk banyak kasus dehidrasi ringan hingga sedang bila dibuat dengan takaran yang benar.
Aturan Minum Oralit
Mengetahui aturan minum oralit adalah aspek penting berikutnya setelah memahami cara membuat oralit dan bahan membuat oralit. Larutan ini efektif bila diminum sesuai kebutuhan tubuh, terutama pada penderita diare dengan atau tanpa dehidrasi.
Aturan Minum Oralit untuk Dewasa dan Anak
Aturan minum oralit umumnya disesuaikan dengan usia dan tingkat kehilangan cairan:
- Untuk orang dewasa atau anak dengan diare tanpa dehidrasi, berikan 1/2 hingga 1 gelas oralit setiap kali diare terjadi.
- Untuk diare dengan dehidrasi ringan hingga sedang, berikan 50–100 ml oralit per kg berat badan dalam 2–4 jam pertama.
- Pada kasus dehidrasi berat, oralit saja tidak cukup dan perlu penanganan medis termasuk terapi IV.
Penelitian dalam Mosby menunjukkan bahwa oralit harus diberikan secara berulang dalam jumlah kecil tetapi sering, terutama jika penderita masih terus mengalami kehilangan cairan melalui diare.
Jangan gunakan minuman beraneka rasa tinggi gula, seperti jus atau soda, sebagai pengganti oralit resmi karena komposisinya tidak sesuai untuk rehidrasi medis.
Baca juga: Apa Ciri-Ciri Kulit Dehidrasi? Ini Cara Mengatasinya
Efektifitas Oralit
Oralit diakui sebagai salah satu inovasi medis paling berpengaruh pada abad ke-20 dalam penanganan diare dan kondisi dehidrasi.
Penelitian yang dipublikasikan dalam artikel Mosby menunjukkan bahwa penggunaan oralit secara signifikan mampu menurunkan kebutuhan terapi cairan intravena serta mengurangi angka morbiditas dan mortalitas pada pasien dengan diare berat.
Selain itu, tinjauan klinis dalam jurnal Acta Paediatrica menegaskan bahwa komposisi oralit yang seimbang antara glukosa dan elektrolit mendukung penyerapan cairan optimal pada anak dengan diare akut.
Tak hanya itu, peninjauan oleh Cochrane Reviews menemukan bahwa oralit berbasis glukosa adalah intervensi efektif untuk menggantikan cairan dan elektrolit pada diare akut, serta mengurangi kebutuhan perawatan lanjutan.
Cara membuat oralit, bahan yang digunakan, serta aturan minum oralit merupakan pengetahuan penting untuk menunjang pertolongan pertama yang cepat, aman, dan efektif, khususnya pada kondisi diare dan dehidrasi ringan hingga sedang.
Oralit yang dibuat dengan takaran tepat berperan dalam menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang, membantu proses pemulihan tubuh, serta menurunkan risiko dehidrasi yang lebih berat.
Agar manfaat oralit dapat diperoleh secara optimal, penting untuk memperhatikan kualitas air yang digunakan. Gunakan air minum yang bersih dan terjaga mutunya dan pilih sumber air mineral murni. Yang terpenting, jaga kecukupan asupan cairan harian tubuh sekitar dua liter per hari.
Baca juga: 5 Ciri-Ciri Air Putih yang Aman Diminum, Ini Kriterianya!








