Metabolisme adalah proses penting dalam tubuh yang berfungsi mengubah makanan dan minuman menjadi energi. Jika metabolisme berjalan optimal, tubuh akan lebih bertenaga, berat badan lebih terjaga, dan kesehatan secara keseluruhan pun meningkat.
Namun, ketika metabolisme melambat, Anda mungkin merasakan mudah lelah, berat badan naik, dan kesulitan menurunkan lemak tubuh meski sudah berusaha diet atau olahraga.
Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Yuk, simak 9 penyebab metabolisme lambat dan cara mengatasinya berikut ini!
Penyebab Metabolisme Lambat
Setiap orang memiliki kecepatan metabolisme yang berbeda. Namun, ada banyak faktor yang bisa membuat metabolisme tubuh melambat tanpa Anda sadari.
Berikut beberapa penyebab yang membuat metabolisme kurang optimal:
1. Faktor Usia
Seiring bertambahnya usia, metabolisme cenderung melambat. Hal ini terjadi karena massa otot berkurang dan lemak tubuh cenderung meningkat. Padahal, otot memiliki peran penting dalam pembakaran kalori.
Akibatnya, kemampuan tubuh membakar energi juga ikut menurun. Tidak heran, banyak orang di usia 30 tahun ke atas merasa lebih mudah gemuk meski pola makannya tidak berubah drastis.
2. Kurang Aktivitas Fisik
Tubuh yang jarang bergerak dapat menjadi penyebab lambatnya proses metabolisme. Jika Anda terlalu sering duduk berjam-jam, misalnya saat bekerja, maka kalori yang terbakar sangat sedikit.
Aktivitas fisik yang rendah juga membuat otot tidak terlatih, sehingga menurunkan efisiensi tubuh dalam mengolah energi.
3. Pola Makan Tidak Seimbang
Penyebab metabolisme tubuh lambat selanjutnya juga dipengaruhi oleh pola makan yang tidak seimbang. Mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan bisa membuat metabolisme bekerja kurang optimal.
4. Kurang Tidur
Tidur yang cukup berperan besar dalam menjaga keseimbangan hormon yang mengatur metabolisme. Jika Anda sering tidur kurang dari 6 jam per malam, tubuh akan menghasilkan lebih banyak hormon ghrelin (pemicu lapar) dan menurunkan kadar leptin (pengendali kenyang). Kondisi ini menyebabkan nafsu makan meningkat dan metabolisme melambat.
5. Stres Berlebih
Stres yang berlebih adalah salah satu penyebab metabolisme lambat. Saat terjadinya stres, tubuh melepaskan hormon kortisol secara berlebihan. Hormon ini berkaitan dengan penyimpanan lemak, terutama di area perut.
Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat mengubah cara tubuh memproses energi dan meningkatkan kecenderungan penyimpanan lemak
6. Masalah Hormon atau Kesehatan
Beberapa gangguan kesehatan dapat menyebabkan metabolisme lebih lambat, misalnya hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), resistensi insulin, atau sindrom Cushing. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti berat badan naik tiba-tiba, mudah lelah, atau perubahan suasana hati.
7. Kurang Asupan Protein
Protein adalah zat gizi yang memerlukan lebih banyak energi untuk dicerna dibandingkan karbohidrat atau lemak. Ketika Anda jarang mengonsumsi makanan berprotein, proses pembakaran energi menjadi berkurang. Akibatnya, metabolisme menjadi lebih lambat karena tubuh tidak bekerja keras untuk memproses makanan.
8. Dehidrasi
Air berperan penting dalam hampir semua proses metabolisme tubuh, termasuk pencernaan dan proses jalannya nutrisi. Jika tubuh kekurangan cairan, pembakaran energi ikut menurun. Tak heran, ketika Anda jarang minum air putih, maka akan sering merasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan metabolisme tubuh berjalan lambat.
Baca Juga: 9 Manfaat Minum Air Hangat di Pagi Hari, Ini Penjelasannya!
9. Faktor Genetik
Setiap orang memiliki kecepatan metabolisme yang berbeda sejak lahir. Ada orang yang secara alami memiliki metabolisme cepat sehingga sulit gemuk, sementara yang lain cenderung lebih lambat. Meski faktor genetik tidak bisa diubah, Anda tetap bisa mengoptimalkan metabolisme dengan gaya hidup yang tepat.
Cara Mengatasi Metabolisme Lambat
Jika Anda merasa metabolisme tubuh berjalan lambat, tak perlu khawatir. Ada banyak cara sederhana namun efektif yang bisa membantu meningkatkan kecepatan pembakaran energi.
Adapun berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:
1. Rutin Berolahraga
Langkah pertama yakni dengan konsisten berolahraga. Anda dapat mengombinasikan beberapa latihan seperti jogging, bersepeda, atau angkat beban agar otot lebih kuat. Otot yang lebih banyak akan membuat tubuh membakar kalori yang lebih cepat.
2. Perbaiki Pola Makan
Cara berikutnya adalah mengonsumsi makanan tinggi protein dari telur, ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Anda juga dapat menyertakan serat dari sayuran, buah, dan biji-bijian utuh. Hindari konsumsi berlebihan makanan cepat saji, minuman manis, serta camilan tinggi gula.
3. Jangan Lupa Minum Air
Biasakan minum air putih setidaknya dua liter per hari. Minum air yang cukup dapat meningkatkan efek termogenesis sementara, artinya tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mengolah cairan. Selain itu, hidrasi yang baik membuat organ bekerja lebih optimal.
4. Tidur yang Berkualitas
Tidur selama 7-9 jam per malam sangat dianjurkan untuk menjaga metabolisme tubuh. Anda dapat memulai untuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari agar tubuh lebih stabil. Tidur yang cukup juga membantu menyeimbangkan hormon pengatur nafsu makan dan metabolisme.
5. Kelola Stres
Jika sedang mengalami stres, cari aktivitas yang bisa membantu Anda untuk rileks, seperti meditasi, yoga, jalan santai, atau hobi yang menyenangkan. Mengurangi stres berarti menurunkan kadar kortisol, sehingga metabolisme bisa berjalan lebih seimbang.
6. Konsumsi Minuman dan Rempah Pendukung Metabolisme
Teh hijau, kopi, jahe, cabai, dan kayu manis diketahui dapat membantu meningkatkan pembakaran energi. Namun, konsumsilah dengan bijak dan tidak berlebihan agar tidak menimbulkan efek samping.
7. Jangan Lewatkan Sarapan
Sarapan sehat membantu menjaga kestabilan energi dan mencegah rasa lapar berlebihan di siang hari. Pilihlah menu dengan kombinasi protein, serat, dan karbohidrat kompleks, misalnya roti gandum dengan telur dan sayuran. Dengan begitu, tubuh mendapat energi cukup untuk beraktivitas sekaligus menjaga pembakaran kalori tetap terjaga.
8. Periksa Kesehatan Secara Rutin
Jika Anda sudah mencoba berbagai cara tetapi metabolisme tetap terasa lambat, bisa jadi ada masalah kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan secara medis agar Anda dapat menemukan penyebab pasti dari metabolisme yang lambat.
Itulah penjelasan mengenai penyebab metabolisme lambat dan cara mencegahnya. Dengan menjaga pola hidup sehat mulai dari olahraga teratur, tidur cukup, hingga tidak lupa untuk minum air, Anda bisa membantu tubuh tetap bertenaga dan metabolisme berjalan optimal.
Namun, jangan lupa untuk memilih air minum yang terjaga kebersihan dan kualitasnya, serta selalu penuhi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan minum kurang lebih 2 liter per hari!
Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Air Putih yang Aman Diminum, Ini Kriterianya!








