Jumlah sampah terus mengalami peningkatan, terutama di wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk yang padat. Sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga gangguan kesehatan.
Di tengah kondisi tersebut, bank sampah hadir sebagai salah satu solusi. Melalui cara yang sederhana dan mudah diterapkan, bank sampah mendorong kebiasaan memilah sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi.
Lantas, seperti apakah konsep bank sampah? Yuk, simak penjelasan berikut ini mulai dari pengenalan bank sampah, manfaat, serta cara kerjanya!
Apa Itu Bank Sampah?
Bank sampah adalah sistem pengelolaan sampah yang menerapkan prinsip seperti perbankan. Bedanya, yang disetorkan bukan uang, melainkan sampah yang telah dipilah sesuai jenisnya, seperti plastik, kertas, logam, atau botol bekas.
Sampah tersebut kemudian ditimbang dan dicatat nilainya sebagai tabungan. Konsep ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Sampah tidak lagi dianggap sebagai barang yang harus segera dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi.
Bank sampah biasanya dikelola oleh komunitas, pengurus RT atau RW, sekolah, kampus, hingga lembaga tertentu. Kegiatan setor sampah dilakukan secara berkala sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga warga terbiasa memilah sampah dari rumah.
Tujuan dan Manfaat Bank Sampah
Bank sampah dibentuk dengan tujuan yang saling berkaitan antara sosial, lingkungan, dan ekonomi. Konsep ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari. Tujuan dan manfaat bank sampah tersebut antara lain:
1. Mendorong Kebiasaan Memilah Sampah Sejak dari Rumah
Bank sampah melatih Anda untuk membedakan sampah organik dan anorganik, serta mengenali jenis sampah yang masih bisa dimanfaatkan kembali.
2. Mengurangi Jumlah Sampah yang Dibuang ke TPA
Dengan memilah dan mengolah sampah secara tepat, jumlah sampah yang berakhir di TPA dapat berkurang.
3. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat
Salah satu fungsi bank sampah adalah meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Kebiasaan memilah dan memahami dampak sampah tentu membuat masyarakat lebih aware terhadap kesehatan lingkungan.
4. Memberikan Nilai Ekonomi dari Sampah
Sampah yang dikumpulkan memiliki nilai jual sehingga dapat menjadi tambahan penghasilan atau tabungan bagi keluarga.
5. Mendukung Penerapan Konsep 3R
Bank sampah menjadi sarana nyata untuk menerapkan reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari.
6. Mendorong Partisipasi dan Gotong Royong Warga
Pengelolaan bank sampah melibatkan banyak peran masyarakat sehingga memperkuat kerja sama dan kepedulian sosial di lingkungan tempat tinggal.
Baca juga: 3 Cara Membuat Hiasan Dinding dari Kardus dan Botol Bekas
Cara Kerja Bank Sampah
Cara kerja bank sampah pada dasarnya cukup sederhana dan mudah dilakukan oleh semua kalangan. Berikut penjelasan mengenai cara kerja bank sampah.
1. Memilah Sampah dari Rumah
Sebelum menyetorkan ke bank sampah, Anda perlu memilah sampah dari rumah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kertas, atau logam. Sampah organik umumnya tidak diterima di bank sampah, karena fokusnya adalah sampah yang dapat didaur ulang.
2. Menyetorkan Sampah Sesuai Jadwal
Setelah dipilah, sampah tersebut dibawa ke bank sampah sesuai jadwal yang ditentukan. Pada saat penyetoran, petugas akan menimbang sampah tersebut dan mencatat berat serta nilainya dalam buku tabungan atau sistem pencatatan digital.
3. Sampah Disetorkan ke Pengepul
Sampah yang terkumpul disimpan sementara, kemudian dijual ke pengepul atau mitra daur ulang. Hasil penjualan sampah inilah yang menjadi dasar nilai tabungan nasabah.
4. Mencairkan Tabungan Sampah
Tahap terakhir yakni warga dapat mencairkan tabungannya dalam bentuk uang tunai, kebutuhan pokok, atau keperluan lain sesuai kebijakan bank sampah.
Beberapa bank sampah juga bekerja sama dengan pihak lain untuk memberikan manfaat tambahan, seperti pembayaran iuran tertentu.
Contoh Bank Sampah di Beberapa Kota di Indonesia
Di Indonesia, bank sampah telah berkembang di berbagai kota besar dengan konsep maupun inovasi yang beragam. Berikut contoh bank sampah di beberapa kota di Indonesia:
Bank Sampah Jakarta
Di Jakarta, salah satu yang paling dikenal adalah Bank Sampah Induk Jakarta (BSIJ). Bank sampah ini berperan sebagai pusat pengelolaan dan pembinaan bagi ratusan bank sampah unit yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Jenis sampah yang dapat diterima antara lain sampah plastik (botol, gelas plastik, kemasan), kertas dan kardus, logam, serta kaleng. Beberapa unit juga menerima minyak jelantah. Saat penyetoran, sampah harus dalam kondisi bersih dan telah dipilah dari rumah.
Bank Sampah Bandung
Bank sampah yang begitu terkenal di wilayah Bandung yakni Bank Sampah Bersinar Bandung. Lembaga ini tumbuh dari inisiatif masyarakat yang aktif dalam kegiatan edukasi lingkungan.
Bank sampah ini menerima plastik kemasan, botol plastik, kertas, kardus, logam, serta kaleng. Tentunya, sampah harus sudah dipilah dan dalam kondisi kering agar memiliki nilai jual.
Layanan utama Bank Sampah Bersinar adalah tabungan sampah untuk warga, pelatihan pengelolaan sampah, serta edukasi lingkungan untuk sekolah dan komunitas. Lembaga ini juga sering terlibat dalam kegiatan kampanye pengurangan sampah dan daur ulang.
Dalam perjalannya, Bank Sampah Bersinar Bandung mendapat penghargaan tingkat kota sebagai penggerak pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan edukasi lingkungan.
Bank Sampah Yogyakarta
D.I. Yogyakarta memiliki komunitas pengelola sampah yang cukup aktif, yakni Bank Sampah Jogja Mandiri.
Komunitas ini menerima berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, kertas, kardus, botol kaca, dan logam. Bahkan, di beberapa unit juga menerima minyak jelantah untuk didistribusikan ke mitra pengolahan.
Selain tabungan sampah, komunitas ini juga memberikan pendampingan pembentukan bank sampah unit, serta pelatihan pengelolaan sampah untuk warga, pelajar, hingga mahasiswa.
Tak heran, bank sampah ini beberapa kali menjadi destinasi studi banding dari daerah lain karena konsistensinya dalam pengelolaan sampah dari berbagai kalangan masyarakat.
Bank Sampah Surabaya
Pengelolaan bank sampah di ibu kota Jawa Timur ini terpusat melalui Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS). Bank sampah ini menjadi bagian dari strategi kebersihan kota Surabaya.
Jenis sampah yang diterima di sini mencakup plastik, kertas, kardus, logam, kaleng, dan botol kaca. Sampah harus dipilah dan bersih sebelum disetor.
Salah satu layanan unggulan Bank Sampah Induk Surabaya adalah layanan jemput sampah terpilah untuk sekolah, kantor, dan lembaga tertentu. Selain itu, terdapat sistem tabungan sampah dan integrasi dengan berbagai program lingkungan kota.
Itulah penjelasan mengenai bank sampah hingga cara penerapannya. Keberadaan bank sampah memang sangat mendukung dalam menjaga kelestarian lingkungan. Di samping itu, Anda juga perlu mengutamakan upaya untuk menyehatkan tubuh.
Agar upaya menjaga kelestarian lingkungan berjalan lancar, jangan lupa untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat. Untuk itu, Anda bisa memulai dengan kebiasaan sederhana sehari-hari, seperti memilih air minum yang mengandung air mineral murni dari pegunungan, bukan yang merupakan mineral tambahan yang didapat selama proses produksi.
Nah, jadi jangan sepelekan kebiasaan minum air putih. Pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air kurang lebih 2 liter per hari agar tidak mudah dehidrasi hingga kelelahan dalam mendukung upaya melestarikan lingkungan!
Baca juga: Komposisi Air Mineral yang Baik untuk Kesehatan Tubuh, Cek!








