Rasa nyeri saat makan, minum, maupun berbicara akibat sariawan yang dapat ditandai dengan beberapa gejala, termasuk panas dalam, dapat menurunkan produktivitas serta mengganggu kualitas hidup. Oleh sebab itu, memahami cara mencegah sariawan sejak dini menjadi langkah penting agar kondisi ini tidak sering berulang.
Untuk mengurangi risiko terjadinya sariawan serta menjaga kesehatan rongga mulut secara menyeluruh, terdapat sejumlah langkah penting yang perlu dilakukan secara konsisten. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan sariawan.
Penyebab Sariawan
Mengacu pada artikel yang dimuat dalam National Library of Medicine, secara medis sariawan dikenal sebagai Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS), yaitu kondisi peradangan kronis yang ditandai dengan munculnya ulkus kecil pada mukosa mulut.
Pada banyak kasus, RAS kerap kambuh meskipun telah diberikan pengobatan untuk meredakan gejala. Kondisi ini menunjukkan bahwa sariawan memiliki penyebab yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor yang tidak selalu mudah diidentifikasi pada setiap individu.
Oleh karena itu, mengenali faktor pemicu atau penyebab sariawan menjadi langkah awal yang sangat penting dalam upaya pencegahan jangka panjang. Beberapa penyebab sariawan yang umum ditemukan:
1. Iritasi Lokal
Benda keras, makanan dengan serat atau tepi yang tajam, serta gesekan kawat gigi dapat menyebabkan iritasi pada mukosa mulut dan memicu terbentuknya luka.
Selain itu, kebiasaan menyikat gigi dengan sikat berbulu terlalu keras atau tekanan yang berlebihan juga dapat menimbulkan mikrotrauma pada jaringan lunak mulut.
Luka-luka kecil tersebut sering kali tidak disadari, namun dapat berkembang menjadi sariawan, terutama apabila kondisi kebersihan mulut kurang optimal atau daya tahan tubuh sedang menurun.
2. Kekurangan Nutrisi
Berdasarkan artikel dalam Journal of International Medical Research, kekurangan vitamin B12, zat besi, dan folat berkontribusi terhadap peningkatan risiko terjadinya sariawan.
Penelitian tersebut turut menemukan hubungan yang signifikan antara kondisi hematinik tubuh, termasuk kadar zat besi dan vitamin tertentu, dengan intensitas kemunculan ulkus di rongga mulut.
Kekurangan asupan nutrisi dapat mengganggu proses regenerasi jaringan dan menurunkan daya tahan mukosa mulut, sehingga sariawan lebih mudah terjadi dan cenderung berulang.
Baca juga: Ini penyebab Cegukan dan Cara Mengatasinya, Yuk Simak!
3. Stres Psikologis
Artikel dalam BMC Oral Health menyatakan bahwa stres dapat berkontribusi terhadap penyebab sariawan melalui beberapa mekanisme biologis dan imunologis.
Secara umum, stres memicu respons tubuh yang melibatkan aktivitas hormon stres seperti kortisol serta perubahan dalam fungsi sistem imun.
Ketika seseorang mengalami tekanan emosional atau psikologis yang tinggi, respons fisiologis ini dapat menurunkan efektivitas sistem kekebalan tubuh, sehingga jaringan mukosa mulut menjadi lebih rentan terhadap peradangan dan ulkus seperti sariawan.
4. Faktor Imun
Salah satu penyebab sariawan adalah gangguan sistem imun. Perubahan hormon seperti saat menstruasi, serta kondisi medis tertentu dapat meningkatkan kerentanan mukosa mulut terhadap peradangan.
Ketidakseimbangan tersebut melemahkan pertahanan alami jaringan mulut sehingga sariawan lebih mudah terbentuk dan berulang. Kondisi ini juga dapat memperlambat proses penyembuhan luka pada rongga mulut.
Cara Mencegah Sariawan
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sariawan adalah sebagai berikut:
1. Menjaga Kebersihan Mulut
Menjaga kebersihan mulut merupakan salah satu cara mencegah sariawan. Kebiasaan ini membantu mengurangi penumpukan bakteri dan menjaga jaringan mukosa mulut tetap sehat
Menyikat gigi secara rutin dengan sikat berbulu lembut, membersihkan sela gigi, menggunakan pasta gigi bebas sodium lauryl sulfate (SLS), serta menghindari makanan terlalu keras dapat membantu mengurangi iritasi dan risiko luka pada mukosa mulut.
2. Nutrisi Seimbang
Pola makan sehat merupakan salah satu cara mencegah sariawan yang direkomendasikan dalam artikel di Journal of International Medical Research. Pastikan asupan harian mencakup vitamin B kompleks, zat besi, dan folat, serta diimbangi dengan konsumsi cairan yang memadai setiap hari.
3. Hindari Pemicu Makanan
Dalam upaya pencegahan sariawan, penting untuk menghindari makanan yang dapat memicu iritasi pada mukosa mulut.
Makanan pedas, asam, atau bersuhu terlalu panas sering dilaporkan memperparah luka sariawan, sehingga sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama bagi individu yang rentan mengalami kondisi ini.
Baca juga: 7 Penyebab Bibir Pecah-Pecah & Cara Mengatasinya, Yuk Coba!
4. Manajemen Stres
BMC Oral Health menyebutkan bahwa stres diketahui berkaitan dengan meningkatnya frekuensi sariawan atau RAS.
Penelitian tersebut menambahkan bahwa tingkat stres yang tinggi dapat memengaruhi respons imun tubuh dan meningkatkan kerentanan mukosa mulut terhadap peradangan.
Oleh karena itu, pengelolaan stres melalui teknik relaksasi, aktivitas fisik secara teratur, serta pemenuhan waktu istirahat yang cukup menjadi bagian penting dalam pencegahan sariawan secara menyeluruh.
5. Perubahan Gaya Hidup
Selain manajemen stres, penerapan gaya hidup sehat juga berperan dalam cara mencegah sariawan. Menghentikan kebiasaan merokok atau menghindari paparan asap rokok dapat membantu mengurangi iritasi pada jaringan mulut.
Di samping itu, membatasi kebiasaan mengunyah permen karet secara berlebihan penting untuk mencegah mikrotrauma, serta memilih produk perawatan mulut yang lembut agar tidak memperparah iritasi pada mukosa oral.
Itulah beberapa cara mencegah sariawan yang dapat Anda coba. Sariawan yang sering kambuh memang menimbulkan ketidaknyamanan, namun dapat dikendalikan melalui pencegahan yang tepat.
Dengan memahami penyebab sariawan, mengenali faktor risikonya, serta menerapkan cara mencegah sariawan berbasis bukti ilmiah, sariawan dapat dikurangi sekaligus menjaga kesehatan mulut dalam jangka panjang.
Sebagai pendukung, pemenuhan cairan tubuh juga berperan penting. Untuk itu, pastikan mengonsumsi air minum yang bersih dan berkualitas dan mencukupi kebutuhan cairan harian sekitar dua liter demi membantu menjaga kelembapan rongga mulut serta fungsi kelenjar air liur yang optimal.
Baca juga: Rekomendasi Jumlah dan Jadwal Minum Air Putih yang Baik








