Apa Saja Penyebab Mulut Kering? Pahami Cara Mengatasinya!

penyebab mulut kering

Mulut kering atau xerostomia merupakan kondisi yang cukup umum, namun sering kali kurang mendapat perhatian. Penyebab mulut kering beragam, salah satunya adalah kurang minum air putih. Secara umum, faktor-faktor penyebabnya bisa dipengaruhi oleh aspek medis maupun nonmedis.

Kondisi mulut kering tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan mulut yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Berikut pembahasan mengenai penyebab mulut kering serta cara mengatasinya.

Penyebab Mulut Kering

Secara medis, mulut kering dikenal dengan istilah xerostomia. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan perasaan tidak nyaman, tetapi sering kali mengindikasikan adanya gangguan produksi air liur.

Artikel dalam Odontology menjelaskan bahwa mulut kering sering kali berkaitan dengan berkurangnya fungsi kelenjar air liur yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti konsumsi obat tertentu, penyakit sistemik, atau paparan terapi radiasi.

Ketika seseorang mengalami mulut terasa kering, jaringan mulut menjadi kurang terlindungi oleh saliva sehingga risiko mengalami masalah seperti gigi berlubang, infeksi jamur (seperti Candida Albicans), bau mulut, dan sulit menelan makanan menjadi lebih tinggi.

Selain menimbulkan ketidaknyamanan, mulut kering juga dapat memengaruhi kemampuan berbicara serta pemeliharaan kebersihan mulut secara keseluruhan. Berikut ini beberapa penyebab mulut kering yang perlu diketahui:

Obat-obatan

Menurut artikel dalam Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva, penyebab mulut kering yang paling sering ditemukan adalah efek samping dari obat-obatan.

Banyak obat resep dan bebas (OTC) yang memiliki efek antikolinergik atau menghambat produksi saliva. Obat-obatan yang dapat menyebabkan xerostomia antara lain antidepresan, antikolinergik, antihipertensi, antihistamin, diuretik, dan beberapa obat antipsikotik.

Selain itu, penelitian di atas menunjukkan bahwa keringnya mulut akibat obat seperti amlodipine (antihipertensi) dapat menimbulkan sensasi mulut kering yang berkepanjangan sampai pasien menggunakan bantuan terapi tambahan seperti gel pelembap mulut.

Penyakit Sistemik

Beberapa kondisi medis juga menjadi penyebab mulut kering karena memengaruhi langsung produksi saliva. Adapun beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

1. Diabetes Mellitus

Artikel dalam Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi menjelaskan bahwa kadar gula darah tidak terkontrol dapat memicu perubahan metabolik serta dehidrasi yang pada akhirnya menurunkan produksi air liur. 

Pada artikel tersebut juga dijelaskan bahwa prevalensi mulut terasa kering pada pasien diabetes tipe 2 cukup tinggi. Hal ini sering dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mulut, termasuk karies gigi dan infeksi jaringan lunak.

2. Sjögren’s Syndrome

Artikel dalam National Library of Medicine menjelaskan bahwa salah satu penyebab mulut kering adalah Sjögren’s syndrome. Sindrom ini adalah jenis penyakit autoimun yang secara spesifik menyerang kelenjar eksokrin, terutama kelenjar air liur dan kelenjar air mata. Akibatnya, penderita mengalami mulut dan mata kering yang bersifat kronis.

Penurunan produksi saliva pada Sjögren’s syndrome bersifat progresif dan dapat secara signifikan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan saat Menelan, Mudah dan Aman!

Dehidrasi

Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah dan cairan tubuh turun sehingga tubuh memprioritaskan fungsi vital seperti sirkulasi dan suhu tubuh, sementara produksi saliva oleh kelenjar air liur menurun.

Penelitian yang dipublikasikan dalam artikel di Special Care in Dentistry menunjukkan bahwa kondisi dehidrasi secara signifikan menurunkan aliran saliva, baik yang tidak terstimulasi maupun yang terstimulasi, dari kelenjar parotis. Bahkan setelah dilakukan rehidrasi, kondisi ini tetap mencerminkan adanya dampak fisiologis langsung dari kekurangan cairan tubuh terhadap proses sekresi saliva.

Hal ini menjelaskan mengapa saat mengalami dehidrasi ringan sampai berat, seseorang kerap merasakan mulut terasa kering dan produksi air liur menurun secara nyata.

Gaya Hidup

Kebiasaan gaya hidup, termasuk merokok, konsumsi alkohol berlebihan, atau penggunaan narkotika tertentu dapat menurunkan produksi air liur dan meningkatkan risiko mulut kering. Selain itu, bernapas melalui mulut, terutama saat tidur atau ketika hidung tersumbat, dapat mempercepat kekeringan jaringan mulut.

Gejala Mulut Kering

Gejala mulut kering umumnya ditandai dengan sensasi mulut terasa kering atau lengket, bibir pecah-pecah, lidah terasa kasar atau perih, serta berkurangnya produksi air liur. Kondisi ini juga sering disertai kesulitan menelan atau berbicara, rasa tidak nyaman saat mengunyah makanan kering, bau mulut, hingga meningkatnya risiko gigi berlubang dan iritasi pada jaringan mulut.

Kekurangan saliva juga mengurangi kemampuan mulut untuk membersihkan partikel makanan dan bakteri sehingga risiko kerusakan gigi dan penyakit gusi meningkat.

Baca juga: 9 Manfaat Minum Air Putih untuk Wajah, Bikin Glowing!

Cara Mengatasi Mulut Kering

Pengobatan mulut kering perlu dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya, tetapi ada langkah-langkah umum yang dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Di bawah ini adalah beberapa cara mengatasi mulut kering yang dapat diterapkan, baik sebagai langkah pencegahan maupun untuk membantu meredakan gejala dan meningkatkan kenyamanan mulut dalam aktivitas sehari-hari.

Perbanyak Asupan Cairan

Salah satu cara mengatasi mulut kering yang paling mendasar dan efektif adalah meningkatkan konsumsi air putih sepanjang hari. Menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu kelenjar air liur memproduksi saliva yang cukup. Air mineral atau air matang pada suhu ruangan sangat disarankan karena mudah diserap tubuh.

Mengunyah Permen Bebas Gula atau Xylitol

Artikel dalam Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva menjelaskan bahwa permen karet atau lozenges bebas gula dapat merangsang produksi saliva secara alami.

Zat pemanis seperti xylitol bahkan dikaitkan dengan fungsi perlindungan terhadap bakteri penyebab gigi berlubang. Permen ini bekerja karena aktivitas kunyah meningkatkan stimulasi kelenjar saliva.

Gunakan Pengganti Saliva

Artikel yang diterbitkan dalam RGUHS Journal of Dental Sciences merekomendasikan penggunaan produk pengganti saliva, seperti gel atau semprotan, untuk membantu menjaga kelembapan mulut, khususnya pada malam hari atau saat gejala mulut kering terasa parah.

Produk ini membantu melapisi jaringan mulut dan mengurangi rasa tidak nyaman, sekaligus mendukung fungsi saliva alami dalam melindungi gigi dan jaringan mulut dari iritasi atau infeksi.

Demikian penjelasan terkait penyebab mulut kering yang dapat berasal dari berbagai faktor. Pencegahan mulut kering sebaiknya dilakukan dengan menjaga hidrasi tubuh secara optimal.

Agar kebutuhan hidrasi tubuh tercukupi dengan optimal, pilihlah air minum yang mengandung mineral murni dari pegunungan, bukan yang diperoleh dari mineral tambahan selama proses produksi. Selain itu, pastikan juga air minum yang dikonsumsi bersih dan berkualitas.

Ingat untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan harian sekitar 2 liter per hari agar membantu kelenjar air liur bekerja secara normal sehingga risiko mulut terasa kering dapat diminimalkan dan kesehatan mulut tetap terjaga.

Baca juga: Rekomendasi Jumlah dan Jadwal Minum Air Putih yang Baik

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mungkin Anda Juga Suka

Artikel Terkait

Search